mawaddahcenter http://mawaddahcenter.com MAWADDAH CENTER Sun, 5 Sep 2010 06:57:56 +0700 CMS KOMA v1.00 id http://mawaddahcenter.com http://mawaddahcenter.com/images/logo.gif mawaddahcenter Ukuran Derajat Seorang Hamba ( Dari Nilai Amal & Dosa ) http://mawaddahcenter.com/?pg=articles&article=28666 http://mawaddahcenter.com/?pg=articles&article=28666 Mon, 22 Mar 2010 12:33:50 +0700 KH SOFIYAN HADI, LC.MA Training Motivation http://mawaddahcenter.com/?pg=articles&article=28666

Ukuran Derajat Seorang Hamba ( Dari Nilai Amal & Dosa )

Share

 Yesterday at 4:42pm

Setiap kali seseorang melakukan kemaksiatan, maka derajat seseorang akan turun dan turun, sampai ke tingkat ‘asfala safilin’ (yang paling rendah). Sebaliknya setiap kali seseorang melakukan ketaatan, maka tingkatnya akan naik dan akan terus naik, sampai ke tingkat yang paling tinggi ‘illiyyin’. Tetapi, terkadang dalam perjalanan kehidupan manusia itu, seseorang mengalami naik turun derajat.

Selanjutnya, sesungguhnya kedudukan manusia itu sangat ditentukan oleh perjalanannya secara umum, dan apa yang paling dominan dalam perjalanan hidupnya itu. Apakah manusia itu lebih sering melakukan ketaatan kepada Allah Azza Wa Jalla, atau sebaliknya kemaksiatan dalam rentang waktu kehidupannya. Jika manusia menghabiskan waktunya hanya untuk bermaksiat, menolak hukum, dan aturan syariah Allah Azza Wa Jalla, maka manusia akan menjadi golongan bawah 'asfiliin',dan mendapatkan azab di neraka secara kekal. Jadi kondisi ini yang akan menentukan manusia masuk golongan ‘ashabul yamin’ (golongan kanan) atau ‘ashabul syimal’ (golongan kiri), atau masuk ‘assabiqunal awwalun’ (golongan pertama-tama yang beriman), seperti digambarkan dalam surat Al-Waqi’ah.

Disinilah banyak jiwa-jiwa yang salah dan melampau batas. Ia tidak memahami hakikat sebenarnya. Ada seorang hamba yang turun derajatnya sejauh-jauhnya, melbihi jarak barat dan timur, antara langit dan bumi. Akan tetapi derajatnya tidak naik sejauh jarak turunnya.

Sebagaimana sabda Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam :

“Sesungguhnya seorang hamba yang berbicara satu kata tanpa dipikirkan, ia terjun ke dalam neraka lebih jauh daripada timur dan barat”.


Apakah ada kenaikan derajat yang menyamai tingkat penurunan seperti ini? Penurunan derajat manusia adalah sebuah kewajaran yang pasti dialami, kaerna sebagian manusia ada yang turun derajatnya karena lalai. Jika manusia tersadar, maka ia akan kembali kepada derajat asalnya, atau bahkan mungkin akan lebih tinggi, tergantung tingkat kesadarannya. Ada juga seseorang yang turun derajatnya pada tingkat yang mubah, dan tidak berniat meninggalkan ketaatan.

Kondisi seperti ini,bila manusia itu kembali kepada ketaatan, kemungkinan kembali secara utuh. Kemungkinan manusia kembali kepada ketaatan di masa awalnya, dan mungkin juga kembali ke tingkat yang lebih tinggi. Karena ketika ia kembali mungkin dengan ‘himmah’ (kemauan) yang lebih kuat atau dengan ‘himmah’, tidak naik dan tidak turun. Ada juga penurunan derajat manusia, karena maksiat atau dosa kecil dan besar. Dalam kondisi seperti ini, ketika kembli pada ketaatan, manusia membutuhkan tobat nasuha atau tobat yang benar dan bersih dan jujur.

Soal maksiat, ibaratnya, seperti orang yang bekerja dan memiliki harta yang setiap hari bertambah. Setiap kali hartanya bertambah, maka bertambah pula keuntungan yang diperoleh. Pada saat seseorang melakukan maksiat dan perbuatan dosa, maka keuntungan dan peningkatan itu terhenti, namun masih memiliki saldo awal. Jka ia kembali memulai beramal baik, maka mulai pula peningkatan, tetapi diantara keduanya ada jarak yang jauh sekali.

Menurut Ibnu Qayyim Aljauziah, “Perbedaan tingkat tersebut tergantung tingkat tobat yang dilakukannya, kesempurnaannya, tingkat pengaruh maksiat yang ia lakukan, berupa perasaan kehinaan dan kerendahan diri dihadapan Allah,dan tingkat kembali kepada Allah Azza Wa Jalla, kehati-hatian, tingkat ketakutannya kepada Allah Rabbul Alamin, dan tangisannya, karena takut kepada-Nya. Hal itu terkadang menjadi penguat, sehingga seorang yang bertobat kembali ke tingkat yang lebih tinggi, sehingga kondisinya setelah bertobat lebh baik dari sebelulm melakukan kesalahan, ujar Ibn Qayyim.

Dalam hal kesalahan yang dilakukannya bisa merupakan rahmat baginya, karena kesalahan dalam hal ini adalah obat yang keluar dari kepercayaan diri dan amalnya. Akibatnya, ia menjad lebih merendah, khusyu’, dan mudah terenyuh (peka), di hadapan Allah Azza Wa Jalla. Ia lebih makrifat (mengetahui kekusaan) Allah, lebih menyadari kebutuhan akan penjagaan dan pengampunan-Nya.



Kesalahan yang ia lakukan mampu membangkitkan kekuatan jiwanya dan semangat dari hatinya untuk melakukan ketaatan kepada Allah, menghentikan kesombongannya dihadapan Allah atau menganggap dirinya lebih dari orang lain, dan menghentikannya di tempat perberhentian orang yang ‘khattain tawaabin’ (orang yang kerap salah dan cepat tobat), malu kepada-Nya, menundukkan kepalanya, menundukan pandangannya terhadap hal-hal yang dilarang, dan menganggapnya sebagai dosa besar, mengakui kekurangannya, ketercelaan dirinya, dan mengakui bahwa hanya Alah Azza Wa Jalla yang berhak memiliki sifat sempurna dan berhak dipuji, yang ditaati dengan setia. Sebagai diungkapkan seorang penyair :

Ia mengutamakan Allah dengan kesetiaan dan pujian, Dan ia memalingkan diri dari hal-hal yang mendatangkan celaan pelaku..

Manusia harus berkeyakinan bahwa semua nikmat yagn berasal dari Allah harus dianggap sangat baik bagi dirinya. Saat orang melakukan dosa atau maksiat sekecil apapun, ia harus ingat bahwa ia berhadapan dengan Yang Mahaagung dan Besar, yang tidak ada yang lebih besar daripada-Nya. Ia berhadapan dengan Yang Mahamulia, dan tiada yang lebih mulia daripada-Nya. Ia berhadapan dengan Pemberi nikmat dari ylang kecil hingga yang besar.

Tentu, salah satu yang yang termasuk dalam perkara yang paling buruk dan hina adalah ketika kita melakukan hal-hal yang hina dihadapan orang yang besar, pemimpin, atau pembesar. Bagaimana, jika yang besar itu adalah Allah Azza Wa Jalla? Layakkah manusia melakukan perbuatan yang hina dihadapan Allah Rabbul Alamin, yang menciptakan, mematikan,dan yang memberikan rezeki kepada manusia?

“Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap, dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Ia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun”. (al-Fathir:41).

 

]]>
http://mawaddahcenter.com/rss-comments/
Tentang Syurga http://mawaddahcenter.com/?pg=articles&article=16976 http://mawaddahcenter.com/?pg=articles&article=16976 Tue, 8 Dec 2009 22:32:19 +0700 KH SOFIYAN HADI, LC.MA ARTIKEL UMUM http://mawaddahcenter.com/?pg=articles&article=16976 http://mawaddahcenter.com/rss-comments/ 4 Hikmah Al Fatekhah http://mawaddahcenter.com/?pg=articles&article=16974 http://mawaddahcenter.com/?pg=articles&article=16974 Tue, 8 Dec 2009 22:23:28 +0700 KH SOFIYAN HADI, LC.MA ARTIKEL UMUM http://mawaddahcenter.com/?pg=articles&article=16974 ALFATEKHAH

(7 AYAT YANG DIULANG-ULANG)

 

1. Alfatekhah :7ayat yang diulang-ulang

Alfatekhah disebut juga 7 ayat yang diulang ulang , hal ini dikarenakan surat Al-Fatekhah adalah menjadi salah satu surat yang diwajibkan untuk dibaca dalam Sholat. Dengan demikian Alfatekhah itu minimal dalam satu hari dibaca sebanyak 17 kali, sama dengan rekaat sholat. Untuk itu kenapa Alfatekhah disebut sebagai 7 ayat yang diulang-u lang

 

2. Bassmallah ayat pertama

            Hal ini juga membuktikan bahwa Basmallah adalah menjadi salah satu ayat dalam Alfatekhah. Maka jika ada yang Sholat tidak membaca Basmallah dalam membaca surat Alfatekhah, maka tidak sah sholatnya. Bacalah basmalah dalam membaca surat Alfatekhah meskipun lirih atau tidak dilafalkan.

 

3. Penyempurna segala kejadian

            Adapun dalam alhadis juga dijelaskan bahwa segala sesuatu pekerjaan atau kegiatan yang tidak di awali dengan membaca Basmallah maka tidak sempurnalah kejadian tersebut.

 

4. Sirotun: Jalan yang lurus

Dalam salah satu ayatnya ada sebuah doa atau permohonan kepada Allah yang berbunyi “ Ihdinassiratal mustaqim” :tunjukilah kami jalan yang lurus. Sirutun =  jalan yang lurus dan lapang, dimana jika ada yang masuk ke jalan tersebut maka tidak akan berbalik atau kembali, tetapi akan jalan dengan lurus sampai ke tujuan. Lain halnya dengan Torikun =gang kecil yang berbelok-belok.

 

Semoga kita semua diberikan jalan yang terbaik, yaitu jalan yang benar, lurus menuju ridho dan surga Allah SWT.

 Amien,

Penulis: Sudi Cahyono

]]>
http://mawaddahcenter.com/rss-comments/
SETIAP DOA YANG BAIK PASTI TERKABUL http://mawaddahcenter.com/?pg=articles&article=16973 http://mawaddahcenter.com/?pg=articles&article=16973 Tue, 8 Dec 2009 22:07:50 +0700 KH SOFIYAN HADI, LC.MA ARTIKEL UMUM http://mawaddahcenter.com/?pg=articles&article=16973 SETIAP DOA PASTI TERKABUL

Sesungguhnya setiap doa yang ditujukan kepada Allah SWT itu pasti terkabul, karena Allah telah berfirman “ Berdoalah kepada-Ku maka akan Aku(Allah) kabulkan”. Untuk itu sesungguhnya itu merupakan jajni Allah SWT untuk mengabulkan setiap permohonan dari kita.
 Apabila ada doa yang tika terkabul maka kemungkinan disebabkan karena salah cara dalam berdoa.
Adapun cara / strategi dalam berdoa adalah sebagai berikut:
1. Dalam berdoa harus specific dan jelas (tidak ada yang tidak masuka akal untuk Allah SWT)
Doa yang kita panjatkan mesti detail dan jelas untuk kita dapat mengetahui terkabul tidaknya doa yang kita minta.
Missal:
   Doa -->Ya Allah berikanlah rizqi yang banyak dan barokah
 Hasil--> gaji sejumlah Rp. 300.000/bln adalah banyak bag sebagian orang
   tapi apakah sudah sesuai dengan maksud dan tujuan kita
Sebaikanya:
 Doa --> Ya Allah berikanlah kenaikan gajiku pada tahun depan ( 2010) menjadi Rp.3 juta rupiah
Demikianlah jika tidak juga dipenuhi maka carilah kesalahan lain yang masih ada pada diri kita.

Ada sebagian orang yang mengatakan tanpa diucapkan pun Allah mengetahui apa yang kita maksudkan, tatapi tidak demikian sopan santun kita kapada Allah.
Missal: dalam sebuah antrian yang panjang kita akan membeli sebuah remote TV pada took yang sama, kita yang sudah antri di depan lama tidak segera dilayani tetapi yang ada dibelakang kita sudah banyak yang berhasil membawa pulang remote yang mereka maksudkan. Hal ini dikarenakan pelayan took sangat paham dengan penjelasan pembeli yang meyebutkan dengan detail keinginan mereka missal: merek, type, dan ukuran tv dll.

2. Harus yakin bahwa doanya akan tekabul
Yakinkan pada diri kita bahwa Allah pasti akan mengabulkan permintaan kita yang dengan ketulusan hati dan sungguh-sungguh hanya mengharap ridhlo-Nya.
Sesungguhnya jika kita yakin kepada Allah bahwa sebutir batu akan dapat memberi manfaat bagi kita maka akan berfunsilah batu tersebut seperti yang kita kehendaki.
 Dalam sebuah cerita diriwayatkan karena keyakinan seorang ulama yang sedang kelaparan karena 3 hari tidak makan, dengan keyakinannya bahwa air zam-zam dapat mengenyangkan perutnya maka kenyanglah perut ulama tersebit meski tidak makan selama 3 hari dan hanya minum air zam-zam tersebut.
(wallohua’lam)
Perlu diketahui bahwa keyakinan menjadi pondasi utama sebuah keberhasilan.

3. Saat berdoa bayangkan pada pikiran apa yang kita minta telah terkabul
Dengan keyakinan kita maka ciptakanlah bayangan benda atau kejadian yang kita minta itu sudah terkabul dalam pikiran kita
Misal: bayangkan kita sudah menerima kenaikan gaji kita menjadi Rp. 3 Juta pada saat menjelang selesai berdoa.

4. Ucapkan terima kasih atas terpenuhinya doa permintaan kita
Meskipun sesungguhnya belum terpenuhinya doa kita tapi cara ini patut kita lakukan karena sebenarnya dengan berdoa kepada Allah dengan cara yang benar berarti sudah pasti  doa kita akan terkabul.
 Contoh: dalam melakukan transaksi jual beli speda motor yang sedang indent kita berani memberikan sejumlah uang kepada CS atau agent untuk uang muka meskipun kita belum tahu wujud/barang yang akan kita terima nantinya. Hal ini dikarenakan kita sudah yakin bahwa motor yang kita maksudkan akan dikirimkan kepada kita pada waktunya dengan benar.
 Demkianlah adab berdoa yang baik untuk kita jalankan sesuai dengan sariat yang benar

5. Tutup Doa dengan membaca Hamdallah
Puja dan puji hanya ditujukan kepada Allah semata dengan selalu mengaharap semoga Allah membekahi dan meridhoi setiap dari kita

Amien. 

      Narator: Sudi Cahyono

]]>
http://mawaddahcenter.com/rss-comments/
SEJARAH PERTEMPURAN ISRAEL PALESTINA http://mawaddahcenter.com/?pg=articles&article=16972 http://mawaddahcenter.com/?pg=articles&article=16972 Tue, 8 Dec 2009 22:04:09 +0700 KH SOFIYAN HADI, LC.MA ARTIKEL UMUM http://mawaddahcenter.com/?pg=articles&article=16972 http://mawaddahcenter.com/rss-comments/ Beberapa kandungan isi Al Baqoroh http://mawaddahcenter.com/?pg=articles&article=16171 http://mawaddahcenter.com/?pg=articles&article=16171 Tue, 1 Dec 2009 12:33:27 +0700 KH SOFIYAN HADI, LC.MA ARTIKEL UMUM http://mawaddahcenter.com/?pg=articles&article=16171 AL-BAQARAH

(SAPI BETINA)

 

FAZADAHUMULLAHUMARODZO….

  1. Orang yang memiliki sifat sakit hati maka Allah akan menambahnya dengan sakit yang tiada diduga, hal ini dikarenakan itu adalah Sunatullah (hokum alam). Missal dalam sebuah gunung atau gua, kata-kata yang kita ucapkan dengan keras akan memantul sama dengan ucapan kita. Ucapan yang jelek maka akan dibalas dengan suara yang jelek juga. Contoh : “ Kamu jahat”, maka akan dipantulkan suara yang sama “ kamu jahat”.

Demikianlah hukum alam jika kita memiliki sifat sakit hati maka Allah akan menambah sakit tersebut, untuk itu berusahalah untuk tidak memiliki sifak sakit hati, iri, dengki, dendam, dll

 

  1. Manusia digolongkan menjadi 3 golongan

    1. Muslim : Islam / Mukmin

    2. Musrik : Selain Islam

    3. Munafik : Remang-remang dan menyesatkan

Jika ada orang islam tetapi tidak mau melaksanakan peritah dan menjauhi larangan Allah maka ia termasuk kedalam golongan orang munafik

 

  1. Sesungguhnya nikmat itu diberikan kepada semua makhluk, tetapi kalau Hidayah itu hanya diberikan kepada kaum muslim yang mau melaksanakannya.

 

  1. Hablum minannas:

Sesungguhnya segala sesuatu yang ada dimuka bumi ini diperbolehkan oleh Allah (HALAL), kecuali yang disebutkan dalam Alquran dan Al-Hadis untuk tudak dipergunakan.

Hal ini membuktikan bahawa bumi dan sesisi alam itu jauh lebih banyak yang dihalalkan dibandingkan yang dikharamkan, mengapa masih juga banyak manusia yang memakan barang kharam, apakah mereka tidak berfikir.

 

  1. Hablum Minallah

Sesungguhnya semua yang berkenaan dengan ibadah itu dilarang kecuali yang dianjurkan atau duharuskan dalam Alquran altau Alhadis.

Dan perlu direnungkan bahwa segala sesuatu yang berkenaan dengan ibahadah, ritual sesajen dimana tidak ada penjelasannya dalam alquran arau alhadis adalah dilarang oleh Allah SWT karena dapat mendekati dengan perbuatan musrik.

 

Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT

 

Amin

]]>
http://mawaddahcenter.com/rss-comments/
mawaddah http://mawaddahcenter.com/?pg=articles&article=9608 http://mawaddahcenter.com/?pg=articles&article=9608 Tue, 6 Oct 2009 21:31:33 +0700 KH SOFIYAN HADI, LC.MA http://mawaddahcenter.com/?pg=articles&article=9608 KH Sofiyan Hadi, Lc. MA

Sukses Mulia

]]>
http://mawaddahcenter.com/rss-comments/